ekosistem dan vegetarian

oleh Putu Yasa 
pada 23 Januari 2011 jam 0:52
 
EKOSISTEM dan VEGETARIAN
bagaimana dgn ekosistem jika semua vegan. Mari melihat apa yang ada dan riil di depan mata dengan komposisi, 5 milyar lebih manusia mengonsumsi daging. Apa yang terjadi dengan ekosistem?

"bagaimana nasib ekosistem bila semua beralih vegan/vegetarian?" Saya balik bertanya,"faktanya sekarang mayoritas warga bumi adalah pemakan daging, apa yg terjadi pada ekosistem?

Menurut data dari The World Population Clock yang dikelola the US Census Bureau saat ini jumlah penduduk bumi telah capai angka 6.773.600.879
Dan dari angka ini berapa jumlah penduduk bumi yang memilih pola omnivora?
Ada 5.955.803.007 atau 94% penduduk dunia
Untuk memenuhi kebutuhan manusia sebanyak ini SETIAP HARI dibutuhkan 2,465,608 ekor ternak.
Perhatikan baik-baik, ternak membludak NYATA karena kebutuhan makan daging, bukan kebutuhan nabati.
Ada sebuah logika sederhana yang mungkin dapat MEMPROKASI alam pikir kita, ledakan populasi hewan, hanya terjadi pada hewan2 yang diternakkan. Kecoak, cecak, kijang, buaya, gajah, penyu dll yg ada di alam lair ato TIDAK diternakkan apakah jumlahnya membludak? TIDAK BUKAN ?
Industri peternakan menemukan cara MENAIKKAN efisiensi agar bisa semakin cepat dan semakin banyak mendapatkan ternak dengan cara member/mencampurkan hormon pertumbuhan berupa pakan dan suntikan. Simak kata Mr.Vincent seorang peternak professional mengatakan :"Jika Anda dapat membesarkan ayam dalam 49 hari mengapa harus menunggu 3 bulan? www.perubahaniklim.net/film/FI.zip
Rumah Jagal memanfaatkan semua hasil menjagal ternak?!! Tidak ada yg terbuang sia-sia, mulai dari bola matanya, hidungnya, ekornya, tulangnya, darahnya, organ dalam hingga ORGAN INTIM. SEMUANYA DI DAUR ULANG! Sepotong hamburger lebih murah dari sepiring gado-gado!

Ada mekanisme alam yang mungkin tidak disadari, munculnya penyakit-penyakit aneh pada hewan ternak seperti flu babi, flu burung dan bisa menular pada manusia memaksa manusia untuk membunuh ternak ini secara besar-besaran dan ternak ini sendiri pun tidak sedikit yang mati tiba-tiba secara serentak dalam jumlah besar. Mutasi virus atau bakteri pada hewan ternak menjadi jenis baru dan akhirnya menular pada manusia. Menurut para ahli, salah satu penyebab mutasi dari satu jenis virus lainnya adalah karena hewan-hewan ini disesakkan bersama. Peternakan adalah wadah yang ideal bagi bertambahkuatnya virus flu babi H1N1. Saat ini, virus ini sedang menyusun kekuatan maha dasyat. Virus flu yang akan datang adalah perkawinan silang antara berbagai jenis virus flu. Bayangkan virus yan...g tidak mempan antibiotik manapun dan virus yang pandai menyesuaikan diri dgn lingkungan sekitar. Biasanya virus flu memulai aksinya di musim dingin negara barat, namun tidak tertutup kemungkinan virus ini akan merajalela di negara tropis. Ilmuwan sdh memperingatkan akan pandemi flu besar2an, diperkirakan akan ada jutaan korban flu di masa yg akan datang.
Bukankah berhenti menjadikan binatang ini sebagai makanan, satu-satunya jalan menghentikan penyebaran penyakit binatang kepada manusia. Karena terus memelihara hewan dalam kondisi yang berlaku sekarang tidak akan memutus mata rantai wabah ini. Namun memelihara di alam terbuka juga tidak mungkin, mengingat kebutuhan manusia akan ternak sedemikian besarnya. Tidakkah alam hendak berbicara kepada kita, kebutuhan makan kita akan hewan bukanlah hal yang alami.
Kita juga mungkin mesti bertanya, lalu mengapa konsumsi sumber hewani begitu mengakar dan mengglobal? jawabannya karena adanya kekuatan lobby dan iklan yang baik. Budaya makan daging.ternyata tidak lepas dari rintisan kepentingan mega bisnis.


Pada tahun 1916 industri daging berhasil melobi dewan ternak amerika untuk memasukkan pentingnya konsumsi daging dalam panduan makan (Food Pyramid) yang kemudian diprogandakan ke sekolah2. CELAKANYA pedoman ini juga diadopsi hampir seluruh dunia, termasuk INDONESIA dengan 4 sehat lima sempurna yang sejak tahun 1993 sudah diganti oleh Depkes RI menjadi panduan gizi seimbang. (Ini juga masih banyak yang belum tahu, termasuk dokter karena lemahnya dana, koordinasi dan sosialisasi ke massa) Saat Kongres VegAN kami pernah menanyakan pada perwakilan Depkes, mengapa massa belum banyak yang tahu bahwa 4 sehat 5 sempurna sudah tidak berlaku, jawabannya adalah karena terbatasnya dana. Depkes tidak punya dana mengiklankan ke stasiun Tv. Apa yang terjadi adalah yang kuat yang punya kekuatan membangun pemahaman massa, kita dibuat percaya daging adalah sumber yang baik karena industri daging punya dana yang kuat, masyarakat malah disuguhi IKLAN KELIRU DAN SESAT, "Kalo tak makan daging nanti tak bisa tinggi"
Kepala Sekolah SMP Vianney tegas mengatakan massa harus punya DAYA KRITIS untuk membendung arus misinformasi ini, hingga sekolah mereka secara resmi memberlakukan program senin tanpa daging sejak 15 July 2010 dan kini diikuti Karang Turi National School sejak 15 Nov 2010, senin kemarin. Kesadaran massa mulai tumbuh, karenanya mari kita bangun SIKAP KRITIS dan meneruskan info yang benar pada massa luas, seperti yg dicontohkan SMP Vianney.

Tidak ada veganis yang dadakan, semua veganis yang ada dulunya ada pemakan daging juga, artinya semua orang vegan melewati proses pemahaman dan usaha bertahap yang dilewatinya.. Baiklah lebih jujurnya kita semua tertipu budaya dan kebiasaan... makan daging, kita tertelan jaman dimana pikiran kita dikaburkan dari gambaran sebenarnya.. Kita masuk kerestoran, kita makan setiap daging yang tersaji dengan kesan mewah dan lezat diatas piring makan kita.. Tidak ada gambaran “kekejaman” disana, lezat harum mewah dan sebagainya..
manusia mendapat hak istimewa untuk bisa memilih makanan, bukan berarti ia layak untuk memperlakukan setiap hewan sebagai makanan tanpa menyadari bahwa hewan punya hak untuk hidup. Mana yang lebih sering menentukan pilihan Anda: kebiasaan atau kesadaran? buka mata, hayati perjalanan panjang yang dilalui makanan sebelum tiba di atas piring, di hadapan Anda.

“Pola makan hewani dapat menyebabkan PENYUMBATAN URAT NADI serta mencegah aliran darah dan oksigen di dalam tubuh. Ketika jantung kekurangan oksigen, kita MENAMAKANNYA SERANGAN JANTUNG. Ketika OTAK Anda TIDAK mendapatkan oksigen, kita menamakannya STROKE. Ketika Anda kekurangan oksigen pada jaringan sel tubuh, maka penyebab PEMBENTUKAN KANKER TELAH TERCIPTA. Satu bahaya utama dari makanan hewani adalah MEMBUNUH MANUSIA.”- Mike Anderson adalah seorang pengarang dari buku “Gaya Hidup dan Pola Makan RAVE.” Istilah RAVE adalah singkatan dari kata No Refined food.

Pilihan Makanan Kita adalah  Persoalan Hidup dan Mati Kita Sedang Menelan Planet Ini
Jika makan daging tidak dilarang atau tidak dibatasi, maka seluruh planet akan lenyap. Ini adalah persoalan HIDUP dan MATI bagi setiap orang; bukan pilihan pribadi. kita makan daging, KITA SEDANG MENELAN PLANET INI, menelan 90% persediaan makanan dan membiarkan ORANG LAIN KELAPARAN ( Ini karena ketika padi-padian “DIBERIKAN” untuk hewan yang diternakan yg dagingnya untuk konsumsi manusia, 90% energi dari padi-padian yang asli hilang. HEWAN BISA CARI MAKAN SENDIRI).Itu sama sekali bukan pilihan yang pantas. - www.pemanasanglobal.net
Bahkan sebelum terjadinya krisis planet, pemakan daging telah menelan seluruh planet, menelan begitu banyak makanan dan menyebabkan kelaparan serta perang, dan ini tidak pernah menjadi pilihan yang benar di tempat pertama.
statistik FAO dan menyatakan, "Saat 100 juta ton makanan akan dialihkan dari mulut manusia UNTUK makanan ternak. Ini bisa menutup defisit makanan global 14 kali. Jika ANDA PEDULI MENGENAI SAUDARA KITA YANG KELAPARAN, makanlah vegetarian - www.monbiot.com
Al Gore menyerukan penutupan PETERNAKAN.!!
Siapa yg tidak kenal Al Gore mantan wapres AS yg memiliki ILMU PENGETAHUAN TINGGI DAN WAWASAN LUAS TTG IKLIM yang sebelumnya tidak melihat dari sisi Peternakan.. Sekarang sudah mengakui kebenaran itu, kebenaran tidak berubah, kita yang harus berubah menyesuaikan kebenaran itu..
Saatnya dunia menuju Revolusi terbesar sepanjang sejarah
http://www.youtube.com/watch?v=2yEar70-xFo
Bukan butuh perdebatan, Bumi butuh tindakan nyata..
Be VEGAN * Go green * 2 Save the World


------------

Bayi dan Vegetarian .

Dokter Arie Purwana: Kebutuhan gizi anak vegetarian
Disela kesibukkannya yang super padat, saya sangat senang dokter I Nyoman Arie Purwana, yang biasa disapa Dokter Arie, mau meluangkan waktunya menjawab p...ertanyaan saya seputar kebutuhan gizi anak vegetarian.

* Berikut beberapa petikan obrolan bersama beliau: Masih banyak keraguan Ibu-ibu diluar sana tentang anak-anak yang menjalani pola makan vegetarian, apakah vegetarian cocok dan baik untuk perkembangan anak-anak Dok?

- Sangat cocok , selama asupan dan nilai gizinya sesuai dengan jenis kelamin, usia dan aktivitas mereka.

* Bagaimana cara mengajarkan pada bayi yg baru lahir terhadap sayuran dan buah-buahan secara TEPAT dan BENAR agar tidak mengganggu pencernaan mereka?

- Ringkasnya anak usia 0-6 bulan hanya diperkenankan mengkonsumsi ASI (sesuai rekomendasi WHO), setelah usia 6 bulan mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI dapat berupa sayur dan buah yang di haluskan.

* Contoh makanan yang paling mudah pengolahannya, mudah mencarinya dan murah harganya yang meliputi karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin apa aja ya Dok?

- Semuanya tersedia di alam dan sekitar rumah kita. Mungkin tidak ada bahan makanan mentah yang mengandung secara lengkap dan kaya akan semua nutrisi tersebut, oleh karena itu pada orang dengan diet vegetarian disarankan mengkonsumsi setidaknya 2-3 macam sayuran dan diselingi buah pada menu harian mereka untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi.

Contoh makanan yang memenuhi gizi seimbang? Gizi pada anak harus memenuhi komposisi 15% protein, 35% lemak, 50% karbohidrat, vitamin dan mineral. Bentuk dan susunannya tergantung dari jenis kelamin, usia, aktivitas dan kondisi fisik anak. Contoh nya: Untuk bayi: bubur (utama)+ biscuit (snack) + buah (snack), Untuk bayi yang lebih besar: bubur beras (utama) + tahu + tempe + sayuran + buah + biscuit, Untuk anak: hampir sama dengan diatas hanya saja bentuknya sudah nasi dan sesekali diselingi kacang hijau.

* Asupan protein paling murah dan gampang dicari adalah pada tahu dan tempe, apakah ini aman dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak?

- Tentu saja aman selama tahu dan tempe tersebut diolah dengan cara yang benar dan higienis.

* Bagaimana cara penyajian tempe dan tahu yang paling aman (goreng / kukus)?

- Dengan melihat beberapa factor, rasanya tindakan yang palin aman adalah dengan mengukusnya namun mungkin dapat merubah rasa.
* Apakah Jamur, tempe dan tahu aman dikonsumsi oleh anak-anak setiap hari?

- Aman, selama pengolahan dengan cara-cara yang benar dan higienis.

...* Mengenai kasus alergi yang banyak dialami oleh bayi yang baru lahir, dan kemungkinan mereka berubah ke diet vegetarian, adakah kemungkinan bahwa makanan vegetarian merupakan alternatif makanan paling aman untuk mengatasi alergi?

- Makanan vegetarian tentu saja dapat menjadi alternatif bagi mereka yang alergi, namun sekali lagi harus dipastikan terlebih dahulu jenis alergi dan factor yang menjadi pencetusnya. Biasanya dokter anak dapat mengenalinya. Penanganan terpenting pada penderita alergi adalah menghindari pemicu alergi, bukan pada obat atau makanan..

* Hampir kebanyakan dokter anak tidak menyarankan untuk diet vegetarian, karena asupan gizi yg kurang seimbang. Gizi yang seimbang seperti apakah yang harus dipenuhi oleh anak yang vegetarian?

- Memang saat ini masih banyak kontroversi mengenai diit vegetarian pada anak, ini lebih karena pengetahuan pelaku diit vegetarian yang masih rendah. Ditambah lagi salah kaprah yang sudah terlanjur ada di masyarakat yang didukung oleh media massa. Mudahnya, jika seorang anak mengkonsumsi berbagai jenis makanan nabati dalam sehari hampir pasti mereka tidak akan mengalami masalah gizi.
* Pengetahuan seperti apa yang harus ibu-ibu ketahui mengenai makanan vegetarian bagi anak-anaknya?

- Ibu-ibu minimal MENGETAHUI kebutuhan protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan oleh anak mereka, kemudian mampu MENGENALI bahan makan...an yang ada apakah termasuk bahan makanan nabati tinggi/rendah protein, karbohidrat, lemak dan apakah mengandung vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral biasanya dapat dikenali dari warna bahan makanan sebelum diolah.

Demikian obrolan bersama Dokter Arie, yang saat ini sedang menempuh pendidikan spesialis anak di Universitas Udaya – RS. Sanglah Bali. Dokter yang sudah lama menjalani pola makan vegetarian ini sehari-hari doyan baca buku, bertualang dan senang sekali berjalan-jalan bersama keluarganya. Nah ibu, jangan ragu-ragu jika anaknya ingin sehat dengan vegetarian, bekali semua informasi dan pengetahuan bahan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi sang buah hati.
Jika kita bertanya, jika memang sumber hewani berbahaya mengapa tidak dilarang? Jawabannya karena kita terlambat tahu dan terlambat merespon. Susu formula, secara resmi dilarang beriklan per 1 january 2011 karena ternyata terbukti just...ru membahayakan bayi. Kompas bahkan menurunkan data susu juga MERUSAK HUTAN dan OZON. Ini adalah perkembangan yang baik, tidak lama lagi respon thd daging akan sama, karena FAKTA YG ADA TAK TERBANTAH LAGI, daging merusak kesehatan dan merusak lingkungan. Bacalah national geographic edisi “air”. disitu diulas lengkap bagaimana konsumsi daging memerosotan sumber daya bumi. nationalgeographic.com


Anak-Anak Vegetarian
Karen Hussar, siswa tingkat doktoral pendidikan S3 Harvard, meneliti anak-anak berusia antara 6-10 tahun yang menjadi vegetarian dan menulis sebuah disertasi mengenai alasan anak-anak menjadi vegetarian. Dia meneliti 45 orang anak dan menanyakannya melalui sebuah permainan tentang alasan mereka untuk melakukan pola makan nabati. Karen membagi alasan-alasan menjadi vegetarian ke dalam empat kategori, yaitu: moral, pribadi, memakan daging, dan sosial. Yang mengejutkannya, kebanyakan anak-anak tersebut mempunyai alasan moral sebagai pilihan mereka. Sebagai contoh, Alejandra Tumble yang berusia 10 tahun, berbicara mengenai mengapa dia menjadi vegetarian. Alejandra berpikir bahwa aneh jika seekor daging binatang dapat diproses menjadi irisan tipis daging yang berwarna merah muda, dan dia berpikir bahwa tidaklah benar baginya jika dia memakan daging tersebut. Banyak dari mereka, bahkan yang berasal dari keluarga nonvegetarian, mempunyai alasan yang serupa, seperti "saya tidak menyukai ide pembunuhan hewan-hewan", atau "saya mencintai hewan-hewan dan tidak ingin memakan hewan-hewan itu. Saya hanya ingin menjadi seorang yang baik". Karen yakin bahwa kita dapat belajar banyak tentang moralitas dari anak-anak vegetarian karena mereka tidak menggunakan catatan jawaban atau mempersiapkan jawaban untuk menjelaskan keputusan mereka, jadi mereka memberikan jawaban autentik tentang alasan mereka memutuskan untuk menjalani  pola makan vegetarian.
Penelitian ini juga sangat menarik karena hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak mampu membuat keputusan moral sendiri pada usia belia. SEKALI LAGI ORANG TUA minimal MENGETAHUI ato ilmu ttg kebutuhan protein, karbohidrat dan lemak yang dibutuhkan oleh anak mereka, kemudian mampu MENGENALI bahan makan...an yang ada apakah termasuk bahan makanan nabati tinggi/rendah protein, karbohidrat, lemak dan apakah mengandung vitamin dan mineral. Kandungan vitamin dan mineral biasanya dapat dikenali dari warna bahan makanan sebelum diolah.

Vegetarian Sebuah Kecenderungan yang Berkembang di antara Kawula Muda
Pada tahun-tahun belakangan ini, sebuah kecenderungan yang berkembang terhadap vegetarisme dan veganisme di antara kawula muda telah muncul karena meningkatnya kesadaran mereka akan kesehatan, lingkungan, dan kasih sayang terhadap hewan.
Menurut hasil poling yang dilakukan oleh peneliti independen Harris Interactive baru-baru ini,jumlah kawula muda yang vegetarian di Amerika Serikat telah meningkat 70% hanya dalam beberapa tahun terakhir. Survei lain yang diadakan oleh sebuah organisasi nirlaba yang dipersembahkan untuk mendidik publik tentang vegetarisme, menyatakan bahwa 0,5% dari seluruh anak Amerika Serikat yang berumur 6-17 adalah vegan.
Walaupun beberapa orang tua mungkin pada permulaannya bingung tentang bagaimana menyiapkan makanan vegetarian, akan tetapi ada banyak keluarga yang melaporkan bahwa memiliki anak yang vegetarian dapat memperbaiki kebiasaan makan seluruh keluarga dengan cepat, dan beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka berharap dapat mengubah pola makan mereka segera.
Dikarenakan makin meningkatnya kemudahan untuk memperoleh makanan vegetarian pada 10 tahun terakhir ini, banyak keluarga yang mempunyai anak vegetarian melaporkan bahwa sekarang sudah jauh lebih mudah untuk mendapatkan makanan vegetarian untuk anak-anak seperti susu kacang kedelai, sayuran, dan burger vegetarian di toko-toko pangan. Menurut seorang ahli diet yang telah terdaftar dan ibu dari dua vegetarian remaja, “Setiap tahun sepertinya bertambah mudah. Ini bukan hanya toko-toko pangan. Lebih dan lebih banyak lagi sekolah, kampus, dan perguruan tinggi yang telah menambahkan pilihan vegetarian pada menu mereka, demikian juga pada banyak jaringan cepat saji dan restoran keluarga.
Tentu saja, dugaan yang cukup beralasan bahwa seorang anak yang memilih untuk menjadi seorang vegetarian dapat merupakan pengaruh positif pada seluruh keluarga. Menurut hasil survei yang diadakan oleh Pengarsipan Obat untuk Kesehatan Anak dan Remaja baru-baru ini, bila 4.746 anak remaja vegetarian Minnesota dibandingkan dengan teman imbangannya yang tidak vegetarian, kaum muda vegetarian lebih memenuhi standar pemerintah untuk konsumsi lemak secara keseluruhan, lemak jenuh, buah-buahan, dan sayur-sayuran.
Tapi dapatkah seseorang mendapatkan protein yang cukup dari diet vegetarian? Beberapa teman dan anggota keluarga yang ingin tahu boleh mengajukan pertanyaan ini pada orang tua dari para vegetarian baru ini. Protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perawatan, dan perbaikan jaringan tubuh, tapi banyak orang yang terheran- heran saat mengetahui bahwa kebutuhan protein tubuh sebenarnya jauh lebih sedikit dari apa yang dikonsumsi oleh rata-rata orang yang tidak vegetarian. Bahkan untuk mereka yang membutuhkan protein lebih dari orang lain pada khususnya, seperti atlet dan wanita yang hamil atau menyusui, hanya dengan porsi ektra kacang polong, tahu, daging tiruan atau makanan-makanan berprotein tinggi lainnya sudah dapat membantu memenuhi kebutuhan yang melebihi rekomendasi harian yang dibutuhkan.
Menanggapi perhatian publik, sebuah tinjauan kepustakaan ilmiah dari Asosiasi Diabetes Amerika 2003 menyimpulkan bahwa diet vegetarian dan vegan yang direncanakan dengan baik sangat cocok untuk segala usia. “Sebuah diet vegetarian dapatlah sangat sehat jika dilakukan dengan pandai,” kata Elizabeth Turner, editor eksekutif dari Majalah Times berbasiskan Vegetarian dari Los Angeles. Dan Myrtle McCulloch, seorang asisten profesor untuk nutrisi dari Departemen Kesehatan Internasional Universitas Georgetown di Washington, juga menyetujuinya. Kepada para orangtua dengan anak-anak yang menyatakan ketertarikannya untuk menjadi vegetarian, dia menasehati, “Hormatilah keinginan anak kalian.”
Semakin banyak anak muda yang beralih ke jalur vegetarian berdasarkan kasih dan bangkitnya kesadaran, mereka menyediakan dasar yang tepat untuk generasi yang akan datang dan dunia ini untuk suatu hari menjadi sepenuhnya vegetarian.

TENTANG IKAN

Pelarut netral yang namanya air bahkan tidak sanggup menetralkan dirinya sendiri, tidak kurang dari 200 ton per DETIK tinja dihasilkan dari peternakan dibuang kelaut, belum termasuk limbah industri, belum bicara tentang ikan2 yang sebagai p...enetral kehidupan lautan yang tersisa sangat sedikit skrg.. .
Airlaut saat ini terkontaminasi oleh zat2 kimiawi, kotoran2, plastik, logam2 berat, salah satu zat adalah Methylmercury, yg biasanya disebut merkuri atau air raksa, adalah neurotoksin potensial yg bisa menyebabkan disfungsi ginjal, gangguan saraf, dan bahkan kematian.
. .

Aktivis hak asasi manusia Munir mati karna teracuni merkuri (hanya contoh kasus nyata). Janin yg terkena merkuri bisa mengganggu kemampuan belajarnya kelak.
Penelitian Heileen Hsu-Kim dari Duke University, North Carolina, AS, menyatakan bahwa kandungan merkuri pada ikan air tawar memang masih lebih besar daripada ikan air laut. Tapi tingkat bahaya merkuri yg terkandung pada ikan laut lebih berbahaya. . . Penyebabnya adalah air laut itu sendiri.
. .
"Methylmercury berubah menjadi kurang beracun setelah terkena sinar matahari."
. . .IKAN TERNAK pada air tawar, merkuri melekat ke bahan organik terlarut di dalam air tawar. Ketika merkuri terikat pada bahan organik terlarut, seperti tanaman yg membusuk atau kotoran hewan, sinar matahari lebih mudah merusak methylmercury tersebut.
. .

Namun, di dalam air laut, merkuri tetap terikat erat dengan klorida, sehingga sinar matahari tidak mudah untuk merusak zat itu. Sedangkan pada air laut, terkunci pada garam (klorida) di dalam air laut. "Dalam bentuk ini, merkuri bisa dicerna oleh hewan laut."

. . . Merkuri ini masuk ke tubuh manusia ketika mereka mengkonsumsi hewan laut. Hewan laut yg biasa dimakan manusia, seperti ikan & kerang laut, ikut membawa merkuri ke dalam tubuh manusia. . .

* Hanya mengkonsumsi ikan 2x seminggu memiliki kandungan logam merkuri dalam darah hingga 7x lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak mengkonsumsi ikan. . .


Pestisida dalam sayuran bisa dicuci dengan merendamkan sayuran pada air garam beberapa menit,
atau bisa juga dicuci dengan cuka apel.
. . .Selama proses memasak, pestisida sayuran juga bisa hilang sekitar 20% nya.
...Selebihnya sayuran akan menghilangkan pestisida yang ada pada dirinya sendiri karena sifat dari sayuran adalah antioksidan.
. . .
Sebaliknya justru pestisida yang ada pada daging adalah ancaman yang sangat serius, daging mengandung residu pestisida 9 x lebih tinggi daripada pestisida yang ada pada sayuran dan buah-buahan dan TIDAK DAPAT DICUCI/DIHILANGKAN. . .

Anda tentu tahu bahwa hewan juga memakan tumbuhan yang mengandung pestisida tinggi, dan konsumsi pestisida selama bertahun-tahun dalam hidup mereka mengakibatkan pestisida melekat dan menyatu dengan jaringan lemak hewan-hewan tersebut.. . . .

GAO (General Accounting Office) AS menemukan 143 jenis obat dan pestisida dalam daging, 42 diantaranya merupakan senyawa pemicu kanker, 20 jenis yang dapat mengakibatkan cacat bayi dalam kandungan, dan 6 jenis penyebab mutasi.

Fakta penyakit kanker


oleh Sacca Semesta pada 23 Juni 2010 jam 2:15
Konsumsi daging dan resiko penyakit kanker

Organisasi Kesehatan Dunia telah menentukan bahwa faktor pola makan mencakup sedikitnya 30 % dari penyebab seluruh kanker di negara-negara Barat dan sampai 20 % di negara-negara berkembang. Ketika periset kanker mulai mencari hubungan antara pola makan dan kanker, salah satu penemuan yang paling nyata adalah orang yang menghindari daging lebih sedikit persentasenya terkena penyakit. Studi besar di Inggris dan Jerman menunjukkan bahwa vegetaris berisiko terkena kanker lebih kecil sekitar 40 % dibandingkan dengan pemakan daging.1-3 Di AS, periset mempelajari Kelompok Advent Hari Ke 7, kelompok keagamaan yang luar biasa karena hampir semua anggotanya menghindari tembakau dan alkohol serta mengikuti gaya hidup yang secara umum menyehatkan. Selain itu, sekitar setengah dari penganut Advent adalah vegetaris, sementara setengah yang lain mengonsumsi daging dalam jumlah sedang. Fakta ini membuat para ilmuwan melihat efek makan daging dari faktor lainnya. Secara keseluruhan, studi ini menunjukkan pengurangan risiko kanker yang berarti bagi mereka yang menghindari daging. Sebaliknya, studi Harvard menunjukkan bahwa orang yang makan daging setiap hari akan mempunyai risiko terkena kanker usus besar hingga 3x dibandingkan dengan mereka yang jarang makan daging.

Sejumlah hipotesis telah diajukan untuk menjelaskan hubungan antara konsumsi daging dan risiko kanker. Pertama, daging tidak berserat dan tidak mengandung nutrisi yang memiliki efek perlindungan. Daging mengandung protein hewani, lemak jenuh, dan dalam beberapa kasus mengandung senyawa penyebab kanker seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) yang terbentuk selama daging diproses atau dimasak. HCA, terbentuk ketika daging dimasak pada suhu tinggi dan PAH terbentuk selama pembakaran bahan organik yang dipercaya meningkatkan risiko kanker. Sebagai tambahan, kandungan lemak tinggi dari daging dan produk hewani lainnya meningkatkan produksi hormon, sehingga meningkatkan risiko kanker yang berhubungan dengan hormon seperti kanker payudara dan prostat.

Ditahun 1997, Institut Amerika untuk Riset Kanker (AICR) menerbitkan sebuah tinjauan studi utama pada makanan, nutrisi, dan pencegahan kanker. Untuk kanker payudara, prostat, ginjal, dan pankreas, konsumsi daging merah (sapi, babi, atau kambing) dapat meningkatkan risiko kanker. Untuk kanker anus, sebuah tinjauan literatur menentukan bahwa daging merah meningkatkan risiko kanker dan daging yang diproses, lemak jenuh/hewan, dan daging yang dimasak matang dapat meningkatkan risiko.

Senyawa Karsinogen dalam Daging yang Dimasak

Heterocyclic Amines

HCA, keluarga senyawa mutagenik (memungkinkan mutasi gen), diproduksi selama proses memasak dari banyak produk hewani termasuk ayam, sapi, babi, dan ikan. Bahkan daging yang dimasak dengan cara normal dengan memanggang, menggoreng, atau memanggang lewat oven mungkin mengandung jumlah mutagen yang cukup banyak .6,7,8 Semakin lama dan semakin panas daging itu dimasak, semakin terbentuklah senyawa ini. Dalam beberapa studi, ayam yang dipanggang telah membentuk konsentrasi zat penyebab kanker yang lebih tinggi daripada daging jenis lain yang dimasak.

Kelas utama dari heterocyclic amines termasuk amino-imidazo-quinolines, atau amino-imidazo-quinoxalines (secara bersamaan disebut senyawa jenis IQ), dan amino-imidazo-pyridines seperti PhIP. Senyawa tipe IQ dan PhIP terbentuk dari kreatin atau kreatinin, asam amino spesifik, dan gula. Semua daging (termasuk ikan) tinggi kreatinnya, dan pembentukan HCA yang terbesar terjadi ketika memasak daging pada suhu tinggi, seperti umumnya pemanggangan atau penggorengan. Konsumsi daging dan PhIP yang diproses telah dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan kanker usus besar, seperti yang telah didiskusikan dalam rincian yang lebih dalam di bawah ini. Studi kendali-kasus baru-baru ini di Universitas Utah yang mencakup 952 orang dengan kanker dubur dan 1205 orang menemukan bahwa pria dan wanita dengan konsumsi daging yang diproses dan dimasak dengan benar juga memiliki peningkatan risiko kanker dubur.

Polycyclic Aromatic Hydrocarbons

Menggoreng atau membakar daging di atas kobaran api langsung mengakibatkan hilangnya lemak di api yang panas dan memproduksi kobaran yang mengandung polycyclic aromatic hydrocarbon. Polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) melekat pada permukaan makanan, dan semakin besar panasnya maka semakin muncul PAH-nya. Hal itu dipercaya secara luas memainkan peranan penting dalam kanker pada manusia. Hubungan yang cukup konsisten antara konsumsi konsumsi daging yang dibakar atau dipanggang oven tetapi tidak digoreng dengan kanker perut menyiratkan bahwa makanan yang terkena PAH mungkin memainkan peranan dalam pengembangan kanker perut pada manusia.


Kanker Payudara

Negara yang banyak mengonsumsi lemak, khususnya lemak hewani seperti daging dan produk susu, memiliki kasus kanker payudara yang lebih tinggi. 13,14,15 Di Jepang, sebagai contoh, negara itu memiliki tradisi pola makan rendah lemak, khususnya lemak hewani, dibandingkan dengan pola makan di negara barat; sehingga Jepang memiliki angka kanker payudara yang lebih rendah. Di akhir tahun 1940-an, kanker payudara sangat jarang ditemui di Jepang, itu karena konsumsi lemak orang Jepang pada saat itu kurang dari 10 %. Sebaliknya pola makan orang Amerika yang terpusat pada produk hewani biasanya mengandung 30 hingga 40 % lemak tetapi mengandung kadar nutrisi yang rendah. Ketika wanita Jepang dibesarkan dengan pola makan barat, angka kanker payudaranya meningkat secara dramatis. Bahkan di Jepang, wanita kaya yang makan daging setiap hari memiliki risiko kanker payudara 8,5 kali lebih tinggi daripada wanita miskin yang jarang atau tidak pernah makan daging. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah makanan berlemak mendorong hormon yang meningkatkan kanker.


Konsumsi makanan tinggi lemak seperti daging, produk susu, gorengan, dan bahkan minyak sayur menyebabkan tubuh wanita menghasilkan lebih banyak estrogen, yang memicu pertumbuhan sel kanker di payudara dan organ lainnya yang sensitif terhadap hormon seks wanita. Ini menunjukkan bahwa dengan menghindari makanan berlemak selama hidup, risiko kanker yang berhubungan dengan hormon akan menurun. Sebuah studi pada tahun 2003 yang diterbitkan dalam Jurnal Institut Kanker Nasional menemukan bahwa bila wanita yang berumur delapan hingga sepuluh tahun menurunkan jumlah lemak dalam pola makannya – bahkan sedikit saja - maka tingkat estrogennya ada pada tingkat yang lebih rendah dan lebih aman dalam beberapa tahun ke depan. Dengan menambah sayur, buah-buahan, padi-padian, kacang-kacangan, serta mengurangi daging, jumlah estradiol (estrogen dasar) dalam darahnya turun hingga 30 % dibandingkan dengan grup wanita yang tidak mengubah pola makannya.

Para peneliti dari Harvard baru-baru ini mengadakan analisis yang prospektif pada 90.655 wanita pre-menopause berusia 26 hingga 46 yang terlibat dalam Studi Kesehatan Perawat II dan memutuskan bahwa konsumsi lemak hewani, khususnya daging merah dan produk susu tinggi lemak selama masa-masa pre-menopause berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara.



Di samping itu, peneliti dari Institut Kanker Ontario mengadakan meta-analisis dari semua kasus-kontrol dan studi-studi kelompok yang diterbitkan hingga Juli 2003 yang mempelajari pola makan berlemak, makanan yang mengandung lemak, dan risiko kanker payudara. Analisis kasus-kontrol dan studi kelompok tersebut menghasilkan dampak risiko yang sama dimana jumlah konsumsi lemak yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Risiko yang relatif signifikan dari konsumsi daging dan lemak jenuh juga muncul dimana konsumsi daging yang tinggi meningkatkan risiko kanker hingga 17 % dan konsumsi lemak jenuh yang tinggi meningkatkan risiko kanker hingga 19%.

Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi daging merupakan faktor penyebab utama kanker payudara, meskipun faktor-faktor lain seperti jumlah konsumsi kalori dan jumlah konsumsi lemak telah dikontrol. Sebagian alasannya mungkin daging menjadi sumber carcinogen dan/atau mutagen, seperti HCA yang terbentuk ketika daging dimasak pada temperatur tinggi. Sebuah kajian HCA menunjukkan bahwa HCA tertentu didistribusikan ke kelenjar susu dan manusia dapat mengaktifkan HCA secara metabolis. Sebagai akibatnya, frekuensi konsumsi daging yang sering dapat menjadi faktor penyebab kanker payudara.


Kanker Usus

Seperti kanker payudara, seringnya mengonsumsi daging terutama daging merah berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus besar. 24,25 Jumlah lemak dan lemak jenuh yang cenderung lebih tinggi dalam produk hewani daripada produk nabati, serta gula halus, semuanya memperkuat risiko kanker usus. Di Universitas Harvard, para peneliti menghindari daging merah setelah menemukan bahwa seseorang yang makan daging sapi, babi, atau domba setiap hari berisiko menderita kanker usus sekitar 3 x lebih besar dibandingkan orang-orang yang umumnya menghindari produk-produk ini. Sebuah kajian 32 kasus-kontrol dan 13 studi kelompok menyimpulkan bahwa konsumsi daging berhubungan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker usus, dan hubungan tersebut lebih konsisten ditemukan pada daging merah dan daging yang diproses. Dan, dalam Studi Pencegahan Kanker II yang diterbitkan belakangan ini, yang melibatkan 148.610 orang dewasa sejak tahun 1982, kelompok yang paling tinggi .mengonsumsi daging merah dan daging yang diproses memiliki risiko kanker usus yang lebih tinggi, masing-masing dengan rata-rata 30 hingga 40 % dan 50 % dibandingkan dengan mereka yang kurang mengonsumsi makanan tersebut. Dalam studi ini, batasan konsumsi daging merah yang termasuk tinggi jika melampaui 3 ons daging sapi, domba, atau babi untuk pria dan 2 ons untuk wanita setiap hari, yaitu jumlah yang biasanya ada dalam sebuah hamburger. Sedangkan konsumsi daging yang diproses yang termasuk tinggi (ham, daging beku, hot dog, sosis) jika melampaui 1 ons yang dimakan 5 atau 6 x seminggu untuk pria, dan 2 atau 3 x seminggu untuk wanita yaitu jumlah yang terdapat dalam seiris ham. Di samping itu, studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi daging putih, khususnya ayam, rata-rata berisiko terkena kanker usus 3 x lebih tinggi dibandingkan dengan vegetarian.


Asam empedu sekunder mungkin bagian dari masalah. Untuk menyerap lemak, liver membuat empedu yang tersimpan dalam kantong empedu. Setelah makan, kantong empedu mengirim asam empedu ke dalam usus, dimana secara kimia asam tersebut memodifikasi lemak yang dimakan agar bisa diserap. Malangnya, bakteri di dalam usus mengubah asam empedu ini menjadi substansi pemicu kanker yang disebut asam empedu sekunder. Daging sebagian besar tidak hanya berisi lemak, tetapi juga membantu pertumbuhan bakteri yang menyebabkan asam empedu sekunder karkinogenik terbentuk.

Metode memasak yang memicu terbentuknya HCA diyakini berperan secara signifikan dalam risiko kanker usus. Sebuah studi kasus-kontrol di Carolina Utara yang menganalisis konsumsi daging di tingkat kematangan, metode memasak, dan perkiraan konsumsi HCA pada 620 pasien kanker usus serta 1030 pasien-kontrol menemukan bahwa tidak hanya konsumsi daging merah yang berhubungan erat dengan risiko kanker usus, tetapi gorengan juga cara yang paling berisiko dalam menyajikan daging karena terbentuk HCA yang tinggi. Konfirmasi hubungan antara menggoreng dengan risiko kanker usus dikemukakan dalam kajian yang disebutkan di atas, dimana menggoreng dengan temperatur tinggi meningkatkan risiko kanker usus hampir 2x, dan risiko kanker dubur hingga 60 %.


Kanker Prostat

Kanker prostat adalah salah satu kanker utama di antara pria di Amerika Serikat, dan para peneliti mempelajari sejumlah faktor pola makan yang mungkin memicu risiko kanker prostat. Di antaranya termasuk pola makan lemak, lemak jenuh, produk susu, dan daging juga faktor-faktor pola makan yang menurunkan risiko seperti konsumsi karoten dan anti oksidan lainnya, serat, dan buah. Seperti risiko kanker payudara, konsumsi pola makan lemak pada pria, yang banyak ada dalam daging dan produk hewani lainnya dapat meningkatkan produksi testosteron, yang kemudian meningkatkan risiko kanker prostat. Salah satu studi kasus-kontrol yang terbesar yang menunjukkan hubungan positif di antara kasus kanker prostat dengan konsumsi daging merah dilakukan di Universitas Harvard yang menganalisis hampir 15.000 dokter laki-laki dalam Studi Kesehatan Para Dokter. Meskipun studi ini mengutamakan analisis asam lemak plasma dan risiko kanker prostat, penulis menemukan bahwa pria yang mengonsumsi daging merah 5x seminggu memiliki risiko 2,5x lebih besar bagi pertumbuhan kanker prostat dibandingkan dengan pria yang makan daging merah kurang dari sekali per minggu. Studi kelompok tentang pola makan yang paling masuk akal mengenai pola makan dan risiko kanker prostat dilaporkan oleh profesional kesehatan yang berjumlah hampir 52 orang dalam Studi Lanjutan Para Profesional Kesehatan di Harvard, yang melengkapi kuesioner frekuensi makanan pada tahun 1986. Dalam 3-4 tahun masa penelitian untuk laporan tersebut, secara statistik mereka menemukan hubungan signifikan antara konsumsi daging merah yang tinggi dengan risiko kanker prostat, dimana daging merah merupakan kelompok makanan yang memiliki hubungan positif paling besar dengan kanker prostat. Penemuan dan studi lainnya mengisyaratkan bahwa pengurangan atau peniadaan daging dari pola makan dapat mengurangi risiko kanker prostat.


Kanker Lainnya

Meskipun studi yang dilakukan tidak sebesar risiko kanker payudara, usus, dan prostat, sejumlah studi menyimpulkan bahwa konsumsi daging dapat berperan signifikan dalam risiko kanker ginjal dan pankreas. 3 dari 8 studi kasus-kontrol yang meneliti hubungan antara carcinoma sell renal dan konsumsi daging secara statistik menemukan peningkatan risiko yang signifikan dari konsumsi daging yang tinggi.
Di samping itu, studi yang prospektif di Jepang menemukan bahwa orang-orang yang mengonsumsi daging setiap hari memiliki angka kematian yang lebih tinggi karena kanker ginjal daripada mereka yang jarang makan daging.

Kanker pankreas relatif jarang, tetapi sering berdampak fatal, yaitu kurang dari 20 % kasus yang selamat selama setahun penuh. Konsumsi daging setiap hari menunjukkan hubungan peningkatan risiko kanker pankreas dalam sejumlah studi kelompok dan kasus--kontrol yang prospektif. Beberapa dari studi ini mengkhususkan konsumsi daging sapi dan babi dan menyimpulkan bahwa ada risiko yang lebih tinggi terhadap kanker pankreas karena adanya konsumsi yang lebih tinggi pada makanan ini. Namun, konsumsi pola makan lemak, lemak jenuh, dan protein belum menunjukkan hubungan dengan risiko kanker pankreas. Penemuan ini menunjukkan bahwa metode memasak, dan mungkin HCA dan formasi PAH dalam daging yang dimasak dapat menunjukkan hubungan tersebut, begitu juga dengan beberapa data yang tidak konsisten yang menunjukkan hubungan antara daging dalam pola makan dengan karkinogenesis pankreas.


**Kesimpulan

Dua kesimpulan muncul dari penelitian kanker yang dilakukan oleh berbagai pihak: sayur dan buah-buahan membantu mengurangi risiko; sedangkan daging putih, produk hewani, dan makanan berlemak lainnya meningkatkan risiko. Konsumsi pola makan lemak memicu produksi hormon yang kemudian memicu pertumbuhan sel kanker dalam organ sensitif hormon seperti payudara dan prostat. Daging tidak mengandung serat yang bersifat melindungi, antioksidan, phythochemicals, dan bernutrisi; tetapi sebaliknya mengandung lemak jenuh berkonsentrasi tinggi serta senyawa karkinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Pola makan vegetarian dan pola makan nabati berserat tinggi seperti padi-padian, polong-polongan, sayur-mayur, dan buah-buahan memberikan sejumlah perlindungan. Serat membantu kelancaran jalannya makanan melalui usus, membersihkan karkinogen secara efektif dan serat mengubah tipe bakteri yang ada dalam usus sehingga terjadi pengurangan produksi asam empedu sekunder yang karkinogenik. Makanan nabati juga secara alami rendah lemak dan kaya antioksidan serta senyawa anti-kanker lainnya. Tidak mengherankan bila Vegetarian menempati risiko kanker yang paling rendah dan secara signifikan menurunkan risiko dibandingkan dengan pemakan daging.

101 ALASAN MENGHENTIKAN MAKAN DAGING

101 ALASAN MENGHENTIKAN MAKAN DAGING

oleh Sacca Semesta pada 11 November 2010 jam 11:01
ALASAN2 DIBAWAH INI DAPAT TERUS BERTAMBAH !

Jika Anda sudah membaca sampai sejauh ini maka saya berharap agar Anda mulai mengerti bahwa industri Daging & Susu merupakan penyebab utama kesengsaraan planet ini. Mereka merusak kesehatan penduduk di negara-negara kaya, mengakibatkan kelaparan di negara-negara miskin, menyiksa dan membunuh milyaran hewan setiap tahun, selain itu mereka merupakan salah satu faktor utama kerusakan lingkungan – jadi apa yang dapat dikatakan industri daging & susu untuk membela diri?

Baiklah, satu-satunya kemenangan mereka adalah “Daging enak” – cukup adil bagi banyak orang yang menyukai kelezatan daging – tetapi masih ada banyak pilihan lain yang lebih lezat (pertimbangkanlah aneka masakan vegetarian India – salah satu seni memasak kuno yang paling muktahir di dunia) dan jika Anda benar-benar kecanduan daging & susu, sekarang ada banyak pilihan yang sehat tanpa produk hewani – cari saja di supermarket dan toko makanan kesehatan.

Jadi sangatlah menyedihkan jika Anda telah mengetahui segala bukti lalu hanya berkata “Baiklah saya tahu, Anda benar soal lingkungan, kesehatan, dan hewan – tetapi saya tetap menyukai daging.”

http://www.SupremeMasterTV.com/ina


MASYARAKAT

1. Di Inggris, mereka setiap tahun memberi makan ternak dalam jumlah yang cukup untuk memberi makan 250.000.000 orang, sementara di dunia ada 30.000.000 orang yang meninggal karena kelaparan

2. 20 orang yang bervegetarian dapat hidup dari hasil lahan yang setara dengan satu orang pemakan daging saja

3. Setiap 3 detik ada satu orang anak yang meninggal karena kelaparan di suatu tempat di dunia

4. Seandainya orang Amerika mengurangi konsumsi daging mereka hingga 10%, hal itu dapat menghemat 12.000.000 ton padi-padian yang cukup untuk memberi makan 60.000.000 orang (jumlah penduduk Britania Raya)

5. Seandainya semua orang Amerika menjadi vegetarian, maka hal itu akan menghemat padi-padian yang dapat memberi makan 600.000.000 orang (jumlah penduduk India)

6. Intensifikasi peternakan hewan telah memindahkan 1.000.000 penduduk dari tanah tradisional mereka, sebagai contoh orang-orang di Amerika Selatan & Tengah, penduduk asli Amerika di Amerika Selatan, dan di Britania Raya, hal ini masih berlanjut sampai hari ini

7. Orang-orang yang dipindahkan dari tanah asal mereka ke kota lain menderita kekurangan gizi, terkena berbagai macam penyakit, parasit, dan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh

8. Pada negara-negara dunia ketiga, 1 dari 10 bayi meninggal sebelum ulang tahun mereka yang pertama

9. Inggris mengimpor gandum yang setara dengan £46.000.000 dari negara-negara dunia ketiga sebagai pakan untuk ternak

10. Karena beternak yang berlebihan, 850.000.000 orang yang tinggal di daratan terancam oleh penggurunan (tanah subur berubah menjadi gurun pasir) dan lebih dari 230.000.000 sudah tinggal di daratan yang berpadang pasir sehingga tidak dapat mempertahankan kehidupan mereka serta menghadapi kelaparan sebentar lagi

11. 1.000.000.000 orang di belahan bumi barat suka makan daging, susu, dan produk turunannya dengan rakus serta meninggalkan 1.000.000.000 lainnya untuk dibuang serta 3.500.000.000 lainnya juga menunggu saatnya di sia-siakan

TANAH

12. Jika mereka terus menghilangkan hutan Amerika untuk membesarkan ternak dengan kecepatan sekarang, maka dalam 50 tahun ke depan tidak akan ada hutan yang tersisa

13. Tanah seluas 4000 m2 hanya dapat menghasilkan 75 kg daging sapi, tetapi sebaliknya jika ditanam kentang maka dapat menghasilkan 9080 kg kentang

14. 80% tanah yang ditanami di Inggris dipakai untuk menanam makanan ternak (14.732.000 ha)

15. Dibutuhkan 8 kg protein kedelai untuk menghasilkan 0,5 kg daging

16. Sejak tahun 1945, di Inggris telah kehilangan 95% padang rumput berbunga, 50% daerah hutan liar, 40% wilayah segar, 50% wilayah basah, dan 224.000 km pagar tanaman, semuanya disebabkan oleh peternakan hewan

17. Tekanan pada tanah karena peternakan hewan potong menyebabkan erosi tanah sebanyak 6 milyar ton/tahun di Amerika

18. Jika setiap orang bervegetarian maka hingga 90% tanah yang dipakai untuk peternakan hewan bisa diambil-alih untuk wilayah hutan, ruang terbuka untuk kegiatan santai, dll

19. Sejak tahun 1960, sekitar 25 % hutan di Amerika tengah telah dimusnahkan untuk lahan pemeliharaan ternak

20. Antara tahun 1966 sampai dengan tahun 1983, 38% dari hutan hujan di Amazon dimusnahkan untuk lahan pemeliharaan ternak

21. 90% dari lahan peternakan sapi yang didirikan menyebabkan pembabatan hutan yang serius selama 8 tahun terakhir. Lahan tersebut kemudian menjadi tandus karena hilangnya kesuburan akibat beratnya beban lingkungan untuk memelihara ternak

22. Penggembalaan ternak merusak tanah dan meningkatkan pembentukan padang pasir. Sekitar 2,08 tiliun m2 tanah di AS saja telah menderita pengurangan hasil panen sebesar 25-50% sejak penggembalaan yang pertama

23. Satu inci lapisan tanah teratas memakan waktu 200-1000 tahun untuk terbentuk - tetapi di AS mereka telah kehilangan 1/3 dari lapisan tanah teratas utamanya dalam 200 tahun ini (sekitar 7 inci) karena peternakan hewan

24. Tanah akan hilang karena kenaikan permukaan laut akibat pemanasan global karena dampak peternakan hewan

UDARA

25. Penghancuran hutan oleh para peternak sapi telah merusak paru-paru dunia serta mengurangi daya tahan dunia untuk mengisi ulang persediaan oksigen kita

26. Sejumlah 1.300.000.000 ekor sapi di dunia telah melepaskan 60.000.000 ton gas metana setiap tahunnya (gas metana adalah gas rumah kaca dan penyebab pemanasan global)

27. Pembakaran hutan, padang rumput, serta ladang pertanian yang tandus berhubungan dengan perternakan hewan yang juga melepaskan gas metana sebesar 50 sampai 100.000.000 ton setiap tahunnya

28. Dengan menggabungkan angka-angka ini, 25% dari emisi gas metana disebabkan oleh peternakan hewan (tidak termasuk milyaran kambing, babi dan ayam, jadi angka yang sebenarnya adalah jauh lebih tinggi)

29. Pupuk yang dipergunakan sebagai penyubur tanaman untuk pakan ternak mengeluarkan nitrogen oksida - diperkirakan menyumbang 6% dari efek gas rumah kaca

30. Pupuk, obat pembunuh rumput-rumputan, dan pestisida yang disemprotkan pada tanaman ikut masuk ke atmosfer dan menciptakan campuran karsinogenik yang berbahaya

31. CFC banyak dilepaskan ke udara dari pendingin yang digunakan untuk menyimpan daging, susu, dan mentega. CFC dapat merusak lapisan ozon

32. Amonia yang berasal dari air seni hewan juga mencemarkan atmosfer

33. CO2 banyak dilepaskan dari pembakaran minyak dan bensin pada truk, kapal laut, rumah jagal, perusahaan susu, pabrik dan lainnya yang berkaitan dengan produksi daging maupun perusahaan susu

34. Emisi dari industri-industri besar yang bergerak di bidang produksi pupuk kimia, obat pembunuh rumput liar, dan bahan kimia pertanian lainnya juga akan meracuni udara kita


AIR

35. 25 galon air dapat memproduksi ½ kg gandum, sedangkan untuk menghasilkan ½ kg daging diperlukan 2500 galon air

36. Hewan ternak Inggris memproduksi 200.000.000 ton tinja setiap tahunnya, yang sebagian besar berakhir di sungai-sungai kita

37. Air buangan yang banyak mengandung darah dari tempat penjagalan berakhir di sungai kita.

38. Di Amerika Serikat manusia menghasilkan kotoran seberat 6.000 kg setiap detiknya sedangkan hewan ternak menghasilkan seberat 125.000 kg.

39. Nitrat dan pestisida yang digunakan pada tanaman untuk makanan ternak, berakhir di sungai kita.

40. Peternakan daging dan susu di Inggris menggunakan 70 liter air per hari per hewan atau 159.250.000.000 liter air per tahun secara total

41. Air yang digunakan untuk memproduksi 5 kg daging bistik setara dengan penggunaan air untuk seisi anggota rumah tangga selama setahun

42. Pemakaian air bawah tanah untuk menanam tumbuhan bagi konsumsi hewan serta untuk penyediaan air bagi tempat-tempat penjagalan dapat mengakibatkan kekurangan air yang lebih parah

43. Penyimpanan air tanah di lembah San Joaquin di Amerika Serikat mengalirkan 500.000.000.000 galon air per tahun untuk menghasilkan daging

44. 18% dari tanah pertanian di dunia memakai sistem irigasi dan karena pemanasan global meningkat yang sebagian diakibatkan oleh peternakan hewan, maka dana yang dibutuhkan untuk membuat sistem ini berjalan sebesar $200.000.000

45. Air yang digunakan untuk menghasilkan 500 kg daging sapi cukup untuk dapat mengapungkan sebuah kapal perang

46. Limbah cair dari berbagai bagian industri daging dan susu mengalir ke dalam sungai dan membuat polusi hingga ke laut, serta dapat membuat alga berkembang biak secara besar-besaran

EFISIENSI

47. Untuk menghasilkan satu kalori energi daging saja membutuhkan 60 kalori bensin, sedangkan jika kita menanam biji-bijian dan kacang-kacangan untuk memberi makan manusia secara langsung, maka setiap satu kalori bahan bakar dapat menghasilkan 20 kalori (berarti 1200 kali lebih efisien)

48. Peternakan daging dan susu menggunakan miliaran galon minyak untuk menjalankan traktor, bahan bakar kapal dan truk untuk alat transportasi hewan ternak dan makannya, memompa miliaran galon air untuk irigasi sawah dan menjalankan usaha rumah jagal, energi listrik untuk pendingin agar bahan-bahan tersebut tidak membusuk, serta sistem saluran pembuangan limbah untuk membersihkan beberapa polusi yang dihasilkan

49. Ternak hanya mengubah 6% energi yang dimakannya (terutama padi-padian dan kacang kedelai) menjadi daging, sisanya 94% terbuang sebagai panas, pertumbuhan bulu, tulang, kotoran, gerakan (itulah mengapa banyak ternak yang dipelihara di kandang yang sangat sempit), dan sebagainya

50. Untuk menghasilkan ½kg daging sapi diperlukan 1 galon bensin

51. Sebuah keluarga yang beranggotakan empat orang, jika mereka makan daging sapi dalam setahun maka bensinnya cukup untuk menjalankan sebuah mobil selama 6 bulan (tergantung seberapa jauh Anda mengemudi!)

52. Jika seluruh kerugian lingkungan karena daging dibebankan kepada kosumen maka harganya paling sedikit akan menjadi empat kali lipat

53. EC menghabiskan $100.000.000 untuk menyubsidi produksi hewan yang mengakibatkan berdanau-danau susu yang dibuang karena tidak dikehendaki dan bergunung-gunung daging serta mentega yang tidak dikehendaki. Uang ini bisa digunakan dengan lebih baik untuk mendukung produksi buah, sayuran, dan biji-bijian organik

54. Pada tahun 1979 di AS ada 145.000.000 ton hasil bumi yang dijadikan makanan ternak yang hanya menghasilkan 21 juta ton tubuh hewan - biaya dari hasil bumi yang disia-siakan ini berjumlah $20.000.000.000

55. Antara tahun 1950 dan 1985, produksi gabah/padi di Eropa dan AS meningkat secara besar-besaran namun 2/3 darinya digunakan sebagai makanan ternak

56. 70% dari keseluruhan gabah/padi digunakan sebagai makanan ternak

57. Memakan daging hewan, telur, susu, dan mentega dalam jumlah yang sangat besar adalah suatu kemewahan dan tidak dapat ditanggung oleh sebagian besar planet

HEWAN

58. Memancing dengan jala yang digerakkan mesin pendorong atau alat modern lainnya telah merusak dan menghancurkan ekosistem secara membabi buta serta membunuh milyaran mahkluk laut maupun merusak dasar laut

59. Jala dari para pemancing dapat membunuh hewan lainnya hingga 10 kali lipat dari ikan yang ingin ditangkap

60. Ikan yang tertangkap jala mati lemas secara pelan-pelan dan sangat menderita

61. Setiap tahun 15.000.000.000 hewan ternak dipotong untuk makanan, begitu juga hewan laut yang ditangkap dalam jumlah yang tidak diketahui tapi diperkirakan lebih besar lagi jumlahnya (termasuk di antaranya 1000 ikan lumba-lumba yang secara tidak sengaja tertangkap)

62. Ayam-ayam dikurung di dalam kandang yang sangat sempit hingga 3 ekor lebih, mereka bahkan tidak dapat melebarkan sayapnya dan yang lainya bahkan tidak dapat berdiri

63. Anak ayam jantan yang tidak diinginkan (karena mereka tidak dapat bertelur) dibinasakan dengan gas atau digiling sampai hancur. Sementara anak ayam betina digiring ke dalam kandang-kandang yang sempit

64. Anak-anak ayam dipotong paruhnya tanpa pembiusan untuk mencegah mereka saling mematuk satu sama lain karena mereka dimasukkan ke dalam kandang yang sangat kecil. Hal ini sama saja dengan mencabut kuku Anda tanpa pembiusan

65. Metode peternakan modern menggunakan hormon penumbuh daging dan sinar buatan untuk membesarkan anak ayam yang membuat banyak ayam yang tumbuh melampaui kapasitas pertumbuhan tulangnya sehingga mengakibatkan tulang mereka rapuh dan kaki mereka patah

66. Induk-induk babi dikurung dalam kandang seluas 1,3 meter x 1 meter di lantai beton atau logam, mereka bahkan tidak bisa memutarkan tubuhnya

67. Hewan ternak yang dibesarkan untuk dagingnya ditempatkan di kandang tanpa jendela, dengan jumlah 20-30.000 dalam setiap kandang, mereka hidup di area seluas 10-20 cm2 dan karena terlalu sesak mereka saling menyerang seperti unggas-unggas aduan sehingga mereka seringkali menderita luka kulit yang bernanah.

68. Kandang ayam pedaging dinyalakan lampunya selama 23 jam sehari untuk menghasilkan pertumbuhan yang pesat.

69. Para hewan dibawa dari peternakan ke rumah jagal dengan transportasi yang penuh sesak dan tanpa makanan maupun air sehingga menimbulkan stres, luka-luka, dan kematian. Persyaratan resmi yang ada kerap diabaikan

70. 95% hewan ternak menderita luka-luka sebelum akhirnya dibunuh dan 30% di antaranya menderita patah tulang.

71. Masalah yang mengerikan adalah ada banyak hewan yang digorok lehernya pada saat mereka masih sadar (sekitar 6% atau 200.000 sapi per tahun atau dimasukkan ke dalam tangki berisi air mendidih (untuk menghilangkan bulu-bulu halus dan keras mereka) ketika mereka masih penuh dengan kesadaran

72. Setiap menit ada 4000 ekor hewan yang mati di rumah jagal Inggris dan mereka mati dengan menyemburkan darah

73. Kulit sapi didapatkan dari sapi-sapi muda yang dibunuh ketika mereka berusia 2 minggu

74. Sapi dibesarkan dengan makanan yang berasal dari sisa makanan sapi atau domba lain. Sapi di peternakan AS diperkirakan terkena BSE (penyakit sapi gila) karena diberi makan pelet (berbentuk butiran) dari makanan hasil daur ulang

75. Sapi hanya menghasilkan susu 10 bulan setelah mereka mempunyai anak – tetapi mereka secara rutin diberikan suntikan buatan (cth. diperkosa dengan mesin) untuk membuat mereka tetap hidup dan menyusui, anak-anak mereka selalu diambil (biasanya ketika berumur 12 jam) untuk diambil dagingnya sebagai daging sapi muda

76. Sapi secara alami dapat hidup lebih dari 20 tahun tetapi mereka dibantai setelah 5 sampai 7 tahun ketika produksi susu mereka mulai berkurang

77. Di Inggris, hewan dibunuh dengan menggunakan listrik atau dengan gulungan senapan untuk tahanan ( ie. Gulungan ditembakkan ke kepala mereka) sebelum menggorok leher mereka dan dicelupkan ke dalam air mendidih - semua ini terjadi pada proses produksi dimana hewan dinaik-turunkan dengan memakai alat pembawa barang – ini terjadi di pabrik peternakan

78. “ Hewan adalah korban dan budak paling tidak beruntung dari tindakan kekejaman umat manusia” - John Stewart Mill (ahli filsafat)

79. Anak sapi dikurung kandang yang gelap, mereka tidak dapat bebas bergerak dan diberi makan darah babi, coklat, serta susu yang telah mengering (sementara kita minum susu segar yang melimpah dari induknya)

80. Sapi secara alami biasanya menghasilkan 5 liter susu per hari untuk anak-anaknya, tetapi di bawah sistem peternakan modern yang intensif, mereka menghasilkan 25-40 liter susu per hari sehingga mengakibatkan kantung susunya meradang dan membengkak, dengan demikian mereka mudah menjadi letih

81. Kawasan daratan yang luas dijadikan lahan menanam satu jenis tanaman untuk memberi makan ternak – kawasan ini secara perlahan berubah menjadi padang gurun yang kelak hanya dapat menyangga sedikit spesies

KESEHATAN

82. Vegetarian dapat menurunkan tingkat kematian sebesar 20% dari segala penyebabnya (contoh: mereka hidup lebih lama dan tidak sering sakit)

83. Daging penuh dengan residu antibiotik, hormon, dan racun yang diproduksi karena tekanan, serta sisa pestisida yang terkumpul dari tanaman panen yang mereka makan

84. Ikan mengandung logam berat dan polutan lainnya yang kebanyakan berasal dari polusi air

85. Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan diet yang rendah lemak, gula, dan garam; mereka menyarankan makanan yang penuh dengan serat - persis seperti apa yang kita dapatkan dalam makanan vegan/vegetarian

86. Hewan ternak mengandung hingga 50% lemak jenuh di dalam tubuhnya

87. Para vegetarian berkurang terkena resiko penyakit jantung sebesar 24%, sedangkan Para Vegan berkurang 57% (penyakit jantung adalah pembunuh tertinggi di Inggris hingga 50% kematian)

88. Kegemukan jarang ditemui di kalangan vegetarian, sedangkan kegemukan berhubungan erat dengan banyak penyakit

89. Para vegan dan vegetarian memiliki tingkat tekanan darah serta tingkat kolesterol yang lebih rendah – tekanan darah dan tingkat kolesterol yang tinggi berhubungan dengan penyakit jantung, stroke, serta kegagalan ginjal

90. Para vegetarian berkurang terkena resiko kematian akibat diabetes sebesar 50%

91. Para vegetarian memiliki 40% lebih kecil terkena resiko kanker dibandingkan dengan populasi pada umumnya, hal ini diperkiraan karena para vegetarian memperoleh asupan vitamin A, C, dan E yang lebih tinggi.

92. Para vegetarian memiliki resiko terkena penyakit empedu dan ginjal yang lebih kecil

93. 80% faktor keracunan makanan disebabkan oleh daging yang terinfeksi (kotoran, bakteri, dsb). Selain itu, daging adalah bangkai yang telah busuk, di dalamnya banyak bakteri salmonela yang juga ditemukan dalam telur.

94. Osteoporosis adalah kehilangan kalsium dari tulang, hal ini terutama disebabkan oleh kandungan sulfur dari daging dan protein kasein dari susu yang menyebabkan hilangnya kalsium sewaktu kita buang air kecil. Negara dengan konsumsi daging dan produk susu tertinggi penduduknya juga mengalami tingkat kerapuhan tulang yang tertinggi.

95. 50 % dari manusia tidak mempunyai enzim untuk mencerna susu dengan baik, selain itu alergi terhadap susu dapat menyebabkan ashma dan eksim

96. Pemakan daging mempunyai resiko ganda terhadap penyakit Alzheimers dibandingkan dengan para vegan dan vegetarian - beberapa orang juga merasa bahwa penyakit Parkinson juga berhubungan dengan makan daging

97. Kuning telur penuh dengan konsentrasi lemak jenuh dan putih telur penuh dengan protein albumen yang berhubungan dengan larutnya kalsium ke dalam urine kita. Mentega mengandung 80% lemak jenuh, kream mengandung 40% lemak jenuh, dan keju mengandung 25-40% lemak jenuh

98. Pemakan daging cenderung dua setengah kali terkena resiko penyakit kanker usus dibandingkan Para vegetarian

99. Plastik pembungkus yang biasanya digunakan untuk membungkus daging di supermarket dan tempat penjualan daging mengandung unsur kimiawi yang dapat mengakibatkan mandulnya sperma pada pria

100. Orang China Daratan (yang kebanyakan hidup dengan diet vegetarian) mengonsumsi 20% lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang Amerika, tetapi orang Amerika 20% lebih gemuk

101. Dari 2.100.000 kematian yang terjadi di AS pada tahun 1987, sebanyak 1.500.000 kematian dikarenakan masalah pola makan (contohnya daging dan susu)